Mikroskopi
Silia pada permukaan sel bagian dalam
trakea mamalia dilihat dengan SEM (perbesaran 10.000 kali pada berkas aslinya).

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Mikroskop
Mikroskop berperan dalam kajian tentang sel sejak awal penemuannya. Jenis mikroskop yang digunakan para ilmuwan
Renaisans dan yang kini masih banyak digunakan di laboratorium ialah
mikroskop cahaya.
Cahaya tampak dilewatkan menembus spesimen dan kemudian
lensa kaca yang me
refraksikan
cahaya sedemikian rupa sehingga citra spesimen tersebut diperbesar
ketika diproyeksikan ke mata pengguna mikroskop. Namun demikian,
mikroskop cahaya memiliki batas daya urai, yaitu tidak mampu menguraikan
perincian yang lebih halus dari kira-kira 0,2 µm (ukuran
bakteri
kecil). Pengembangan teknik penggunaan mikroskop cahaya sejak awal abad
ke-20 melibatkan usaha untuk meningkatkan kontras, misalnya dengan
pewarnaan atau pemberian zat
fluoresen. Selanjutnya,
biologi sel mengalami kemajuan pesat dengan penemuan
mikroskop elektron yang menggunakan berkas
elektron
sebagai pengganti cahaya tampak dan dapat memiliki resolusi (daya urai)
sekitar 2 nm. Terdapat dua jenis dasar mikroskop elektron, yaitu
mikroskop elektron transmisi (
transmission electron microscope, TEM) dan mikroskop elektron payar (
scanning electron microscope,
SEM). TEM terutama digunakan untuk mengkaji struktur internal sel,
sementara SEM sangat berguna untuk melihat permukaan spesimen secara
rinci.
[72]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar